Serba serbi

STYLE KEPEMIMPINAN DI LAPANGAN

Sesuai dengan judul di atas,bahwa seorang pemimpin harus mempunyai gaya atau style kepemimpinan sebagai ciri khas kepribadian seorang pemimpin itu sendiri.

Lalu apa yang dimaksud dengan "GAYA KEPEMIMPINAN" tersebut ? 

Gaya kepemimpinan adalah cara bagaimana seseorang memimpin,yaitu mempengaruhi orang lain agar tetap bekerja untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Secara umum ada tiga gaya kepemimpinan yang sering di terapkan di lapangan,yaitu :

1.Otoriter
2.Demokratis
3.Situasional

Berikut akan kita bahas satu persatu tentang gaya (style) kepemimpinan tersebut,yaitu :

1.OTORITER

Gaya kepemimpinan otoriter adalah suatu cara kepemimpinan yang berpandangan bahwa bawahan harus mematuhi segala perintah tanpa adanya tawar-menawar,bawahan tidak dapat mengajukan pilihan-pilihannya sendiri,bekerja sesuai dengan sistem dan prosedur yang berlaku dan yang telah ditetapkannya serta di awasi dengan sangat ketat.
Style kepemimpinan otoriter lebih sering disebut sebagai "style kepemimpinan yang berorientasi pada tugas (task oriented)".

2.DEMOKRATIS

Pemimpin yang memakai style ini berpandangan bahwa untuk mencapai suatu tujuan dengan memuaskan,maka seorang bawahan harus di beri motivasi,agar dapat tercapai tujuan yang telah ditetapkan dengan hasil yang baik.
Contoh : seorang bawahan diperlakukan secara demokratis,didengarkan pendapat dan keluhannya,diberikan kebebasan untuk menentukan bagaimana ia akan bekerja untuk mencapai tujuannya.
"Style ini lebih berorientasi pada hasil (result oriented)"

3.SITUASIONAL

Cara yang ketiga ini adalah cara yang sangat ideal dalam seni kepemimpinan,dimana seorang pemimpin menggunakan baik gaya Otoriter maupun Demokratis secara bergantian sesuai dengan kondisi organisasi dan kesiapan bawahan.
Namun kesulitan dalam menggunakan style ini adalah : tidak dapat menentukan kapan harus menggunakan cara Otoriter dan kapan harus demokratis,terlebih merubah gaya itu sendiri pada diri seorang pemimpin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar